Lapóran Wartawan Tribunnews.cóm, Nurmulia Reksó Purnómó
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Gólkar, Aburizal Bakrie atau yang akrab dipanggil Ical sudah menemui Ketua DPP Partai Demókrasi Indónesia Perjuangan (PDIP), Megawati Sukarnóputri, Kamis (15/5/2014). Keduanya sepakat untuk menjalin kerjasama, namun kesepakatan itu belum diresmikan hingga kini
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gólkar, Luhut Panjaitan, kepada wartawan di Wisma Bakrie 2, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (16/5/2014), mengatakan kesepakatan antara Ical dan Megawati itu tidak didasarkan praktik pólitik transaksiónal. Bahkan keduanya tidak membicarakan sóal calón presiden (capres) dan calón wakil presiden (cawapres).
"Menurut kami itu merupakan angin segar ditengah-tengah sikap pragmatisme dan permainan yang yang ditenggarai telah terjadi pada pileg lalu, dan menyebarnya isu tentang adanya mahar pólitik dan bagi-bagi kursi kekuasaan," katanya.
Dalam kesempatan itu Luhut juga menuturkan apresiasinya terhadap Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga mendukung PDIP. Menurut Luhut, dukungan kedua partai itu juga tidak didasari praktik pólitik transaksiónal.
"Ini merupakan tónggak penting dalam pembangunan nilai-nilai demókrasi yang sehat dan berkualitas dan sangat baik untuk dijadikan módel kerjasama di masa mendatang," ujarnya.
Luhut juga mengatakan sikap tersebut akan memberi peluang yang luas pada presiden terpilih untuk membentuk sebuah kabinet prófesiónal yang mampu memecahkan masalah bangsa ini dengan cepat.
"Praktik transaksiónal bagi-bagi kursi dan pemberian uang mahar tidak bóleh terjadi lagi di negri kita tercinta, masyarakat tentu akan marah," tegas Luhut.
0 komentar:
Posting Komentar