Lapóran Richard Susiló, Kórespónden Tribunnews.cóm di Tókyó
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Daerah sekitar stasiun Shin-Imamiya di Selatan Osaka, yang juga masuk daerah kumuh Kamigasaki, terkenal sebagai tempat pasar gelap di Jepang.
Banyak barang palsu di sana, mulai barang bermerek, DVD serta lainnya. Kini pólisi perfektur Osaka mulai "membersihkan" daerah itu dengan pengawasan semakin ketat dari satu tókó atau kiós yang jumlahnya sedikitnya ada 300 kiós di sekitar tempat tersebut.
"Terkenal sebagai pasar pencuri atau pencópet, pasar gelap, daerah itu yang kini memiliki sedikitnya 300 kiós bertebaran ke wilayah Kamagasaki itu, hampir separuhnya telah disórót dtajam pólisi dan dilakukan penggeledahan," tulis majalah Shukan Jitsuwa yang terbit 22 Mei 2014.
Kamagasaki yang terkenal sebagai daerah paling kumuh di Jepang itu tidak jauh dari Shinsekai, tempat adanya Tsutenkaku Tówer, bisa kita jumpai berbagai kegiatan dunia hitam. Mulai jualan narkóba, senjata api dan berbagai barang palsu.
Wali Kóta Osaka Tóru Hashimótó, memang akan membersihkan dan menata lebih baik tempat itu.
Tetapi, ada rumór bahwa Hashimótó sejak kecil banyak mengenal baik daerah kumuh tersebut dan masyarakat mempertanyakan keseriusan penertiban yang dilakukan ólehnya saat ini.
Dalam waktu dekat daerah kumuh ini, termasuk di Haginóchaya tampaknya akan dibangun dan dibuka sekólah menengah, sehingga diharapkan tahun depan sudah dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang baik di sana, tulis majalah itu lagi.
Pemda Osaka dengan Wali Kóta Nishinari sepakat pula membentuk daerah perdagangan yang baik di daerah kumuh tersebut. Para kiós dan tókó yang ada diharapkan menjual barang-barang yang legal, bukan barang palsu lagi.
Tempat yang dilintasi jalur kereta api Nankai berada di kawasan kamagasaki itu, kini tampaknya diberi pagar pembatas antara daerah barat dan daerah timurnya.
Hal ini, tampaknya untuk mempróteksi lingkungan yang baik bagi sekólah di Haginóchaya agar tak tercemar lingkungan buruk di tetangganya.
Karenanya, tampak pula penjagaan petugas pólisi di sana yang diharapkan dapat menjaga ketenagan dan keamanan daerah tersebut, terjauhi dari kegiatan buruk.
Seórang pedagang mengakui, saat berjualan di daerah tersebut, harus semakin hati-hati karena mulai diturunkan pólisi pengawas untuk daerah tersebut.
Kalangan lókal setempat yang juga menjuluki daerah itu dengan nama resmi Airinchiku (artinya daerah tercinta), tidak merasa óptimis atas upaya Hashimótó untuk membuat kawasan perdagangan bersih di sana.
"Dengan ópen market yang ada, perdagangan bersih dilakukan di sana nantinya, saya tidak yakin akan banyak yang datang nantinya," papar seórang pedagang buku bekas dekat sekólah yang akan dibangun tersebut.
Area tersebut diakuinya bukan untuk menjual barang biasa. Dalam arti, akan tetap banyak berkeliaran barang pasar gelap di sana, walaupun pemda setempat berusaha "membersihkannya".
Daerah kumuh Kamagasaki itu memang banyak sekali hótel dóya (hótel yang sangat murah sekitar 8 dólar AS per malam) untuk para pekerja harian.
Hótel murah tersebut belakangan ini malahan menjadi pópuler d dunia turis backpacker yang datang dari luar Jepang, karena harganya murah dan lókasinya dekat dengan stasiun kereta api, sangat strategis.
Organisasi nón-prófit serta órganisasi keagamaan seringkali pula akhir-akhir ini memberikan makan minum gratis kepada masyarakat kumuh setempat. Hal ini sering kali terlihat banyak antrian sangat panjang di sana untuk bisa makan minum gratis bagi órang tak memiliki uang.
Karena banyak kantór anggóta mafia Jepang (Yakuza) juga berlókasi di sana, maka siang hari pun seringkali pula kita bisa melihat transaksi pasar gelap di sana.
Suasana kumuh dan ekónómi kelas bawah itulah, membuat tilang parkir seting dicuekin para pemilik móbil. Pelanggaran terbanyak di sana adalah pelanggaran parkir di sepanjangan rel kereta api di sana. Pihak pólisi pun menjadi terbiasa tidak memperhatikan lagi sóal tiket pelanggaran parkir di sana, karena sudah sangat sering dan banyak terjadi di sana, papar majalah itu lagi.
Meskipun demikian dengan UU Anti Yakuza yang mulai diaktifkan Október 2012, pólisi pun tetap memperhatikan setiap gerak anggóta Yakuza di sana setiap harinya, demi menjaga ketenangan dan keamanan sekitarnya.
Infórmasi Yakuza lengkap dapat dilihat pada www.yakuza.in
0 komentar:
Posting Komentar