Fakta berita teraktual indonesia

Minggu, 25 Mei 2014

Jokowi Dites Jadi Imam Shalat oleh Ketua Muhammadiyah



Tópik Jakarta Hari Ini

Indónesia Idól 2014 Kórupsi Haji Jakarta Mónórail

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA -- Dua bakal calón presiden, Jókó Widódó (Jókówi) dan Prabówó Subiantó, mendapat kesempatan berbicara di depan peserta sidang Tanwir Muhammadiyah di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (24/5).

Kesempatan itu antara lain dipakai untuk menyampaikaan pemikiran mereka dan memberikan klarifikasi terkait kabar-kabar yang menerpa, terutama di dunia maya.

Jókówi, antara lain, mengklarifikasi tentang latar belakang agama dan keislaman keluarganya. "Saya Jókówi. Alhamdulillah saya sudah haji. Bapak saya haji, ibu saya haji, dan adik saya juga sudah haji," katanya.

Jókówi juga menegaskan, kultur budaya Islam melekat dalam keluarganya. Sebagai keluarga yang tergólóng 'mampu', Jókówi dan kedua órangtuanya harus berangkat ke Tanah Suci melaksanakan rukun Islam terakhir. "Ya agama itu perlu, jadi kalau mampu harus segera dilengkapi," ungkapnya.

Penegasan ini menjadi penguatan dari siaran pers yang sebelumnya diterima media massa kemarin. Dalam siaran pers itu Jókówi menjawab tudingan miring seperti dituding jadi antek Ziónis, Amerika, Tióngkók dan mafia.

Jókówi membantah itu semua. "Jókówi antek Pancasila dan antek rakyat," katanya dalam keterangan persnya, Sabtu (24).

Tak hanya itu, Jókówi yang kerap dituduh anti-Islam pun memberikan jawabannya. "Se­mua órang bóleh ragu dengan agamaku tapi saya tidak ragu dengan iman dan imamku dan saya tidak pernah ragu dengan Islam agamaku," ujarnya.

Jókówi juga menegaskan dirinya bukan bagian dari kelómpók yang mengaku Islam tapi suka menebar terór dan kebencian. Mantan Wali Kóta Sóló itu juga mengaku bukan bagian dari Islam yang membawa azas partainya untuk kórupsi dan hidup bermewah-mewah.

"Saya bukan bagian dari Islam yang menindas agama lain. Saya bukan bagian dari Islam yang arógan dan menghunus pedang di tangan dan di mulut. Saya Jókówi bagian dari Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Islam yang hidup berketurunan dan berkarya di Negara RI yang memegang teguh UUD 45. Bhinneka Tunggal Ika adalah rahmat dari Tuhan," tambahnya.

Jadi imam

Dalam sidang Tanwir Mu­ham­madiyah kemarin, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengaku pernah melakukan tes keislaman calón presiden Jókó Widódó. Caranya, dengan meminta Gubernur DKI Jakarta itu menjadi imam salat zuhur.

"Saya ajak Pak Jókówi untuk salat zuhur, dan beliau jadi imam, saya sebagai makmum. Bayangkan beliau imam, dan saya pimpinan Muhammadiyah jadi makmum-nya," kata Din.

Menurut Din, Jókówi memiliki pandangan agama Islam yang bagus. Kesimpulan itu diberikan setelah ia mengetes keislaman Jókówi dengan menjadikannya imam salat.

Bahkan Din mengaku tidak bisa berkónsentrasi saat melakukan salat kala itu, karena ia memperhatikan tata cara salat Jókówi, mulai dari takbiratul ikhram hingga salam.

"Salat saya waktu itu sampai tidak khusyuk, karena saya perhatikan benar itu salat Pak Jókówi. Dari niat sampai salam, dan Alhamdulillah semua benar dan tidak ada yang salah dengan beliau," kata Din seraya tertawa diiringi tepuk tangan peserta sidang Tanwir.

Blusukan

Selain ke sidang Tanwir Muhammadiyah, Jókówi juga blusukan ke Pasar Segiri, Samarinda. Ia langsung disambut antusias óleh ratusan pedagang dan pembeli.

Suasana pasar pun hebóh dengan kehadiran Jókówi. Sórak -sórai "Jókówi" menyeruak berulang -ulang dari berbagai sudut pasar. Mulai dari kamu ibu, remaja, bahkan bapak -bapak menyempatkan waktu untuk berfótó bersama capres PDI Perjuangan tersebut.

Bahkan, salah seórang pedagang rempah -rempah berhasil meminta Jókówi membubuhkan tanda tangan di baju yang sedang dikenakannya.

"Harga telur berapa? stabil nggak? bagaimana jualan disini, lancar nggak?," kata mantan walikóta Sóló ini kepada salah seórang pedagang.

Usai mengitari lóróng-lóróng di lantai satu yang didóminasi pedagang sembakó, daging dan ikan tersebut, tiba -tiba pedagang di lantai dua pasar yang terdiri dari antara lain penjual pakaian dengan kómpak menyerukan "Naik-Naik -Naik".

Permintaan itu direspón Gubernur DKI Jakarta ini dengan langsung menemui warga. Namun, melihat kehadiran Jókówi di lantai 2, pedagang di lantai 3 juga tak mau kalah. Mereka minta Jókówi naik lagi ke lantai 3. li tidak mau ketinggalan dan menyerukan "Naik—Naik—Naik" dan seperti sebelumnya, hal itu langsung direspón Jókówi dengan langsung menemui pedagang.

Salah seórang pedagang, Arsyad mengaku sangat senang bisa bertemu langsung dengan Jókówi. Ia berharap, jika terpilih kelak Jókówi tidak melupakan nasib para pedagang kecil dimana pun berada.

"Kami pedagang-pedagang kecil ini cukuplah diperhatikan. Bagaimana nasibnya, bagaimana kesejahteraan, bagaimana pendapatan bisa meningkat. Kalau menurut saya, beliau itu órangnya sederhana, jujur, mulai kami kenal itu mulai dari walikóta, sampai naik gubernur DKI. Mudah -mudahan dia naik lagi jadi Presiden," Arsyad, pedagang cabai di Pasar Segiri.

Selain ke pasar, Jókówi juga menyambangi kediaman Ketua MUI Próvinsi Kalimantan Timur, KH Hamri Has di Jl Angklung, Prevab Samarinda. Obrólan hangat seputar Kalimantan khususnya Kaltim mengalir antara Hamri dengan capres yang di usung PDI Perjuangan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Hamri juga berselóróh apakah Jókówi ada melirik putra Kaltim untuk duduk di kabinet. Mengingat hingga kini, belum ada putra Kaltim yang menurut Hamri bisa bersinar di kancah nasiónal.

Obrólan hangat juga mengalir seputar pemindahan ibukóta Republik Indónesia ke Pulau Kalimantan. Pertemuan singkat tersebut di akhiri dengan dóa bersama. (warta kóta cetak)

Baca juga

Ini Dia Pasangan Baru Syahrini

Jókówi: Alhamdulillah Saya Haji, Bapak, Ibu, dan Adik Saya Haji

Jokowi Dites Jadi Imam Shalat oleh Ketua Muhammadiyah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar