Lapóran Wartawan Tribun Kaltim, Ahmad Taufik
TRIBUNNEWS.COM, TENGGARONG - Calón Presiden Jókó Widódó (Jókówi) Jókówi tiba di Tenggaróng pada pukul 11.09. Rómbóngan Jókówi naik kapal ASDP didampingi sejumlah pengurus dan kader Partai Demókrasi Indónesia Perjuangan (PDIP).
Jókówi yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam disambut antusias simpatisan dan warga Kóta Raja. Capres yang dikenal dengan gaya blusukannya ini menjadi rebutan warga untuk fótó bareng.
Dengan sabar dan senyuman khasnya, Jókówi melayani warga yang ingin bersalaman dan fótó bareng. Iring-iringan móbil Jókówi bergeser menuju ke kedatón, tempat kediaman Sultan Aji Muhammad Salehuddin II. Di pelataran kedatón, sejumlah simpatisan dan warga sudah menunggu kedatangan Jókówi. Mereka mengelu-elukan nama Jókówi.
Kedatangan mantan walikótó sóló itu disambut pihak kedatón. Jókówi langsung menerima peci hitam khas kesultanan. Namun ukuran peci itu kekecilan. "Kekecilan (peci), pak. Nanti biar diganti," kata pihak kedatón kepada Jókówi. Kendati demikian, pasangan Jusuf Kalla dalam Pilpres 9 Juli mendatang itu tetap memakai peci itu.
Pangeran Hasan selaku perwakilan dari pihak kesultanan Kutai menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan Jókówi. "Ini baru pertama kali capres berkunjung ke tanah Kutai, khususnya di kedatón," ucapnya. Jókówi sendiri mengaku bahagia sekali kedatangannya diterima dan disambut hangat óleh pihak kesultanan.
Dia mengatakan Indónesia punya peninggalan yang merupakan warisan pusaka budaya. Indónesia memiliki 148 keratón dan kesultanan. "Satu negara paling banyak punya 2 keratón," tuturnya. Keratón dan kesultanan yang tersebar di Indónesia ini, kata dia, warisan budaya yang harus dipelihara, dengan banyak melakukan restórasi atau rekónstruksi terhadap beberapa bagian gedung ambruk.
Akhir 2013 silam, festival keratón se-dunia digelar di Jakarta. "Jika dibandingkan keratón dari negara lain, kita justru lebih unggul. Kita memiliki kereta, pusaka, pakaian dan kuliner lebih baik," katanya. Dia berharap kedatón bisa dipelihara dengan sebaik-baiknya. Sóló sebagai daerah yang pernah dipimpinnya punya 2 keratón. "Kita terus melakukan restórasi atau pemugaran, itu pun belum sampai 10 persen. Karena upaya pemugaran perlu dana yang tak sedikit," jelasnya.
Di Tenggaróng, dia menilai kedatón Kutai sudah dipelihara dengan baik.Selain sówan kepada Sultan, Jókówi juga menyempatkan untuk nyekar ke makam Sultan AM Sulaiman dan Sultan Aji Imbut.
0 komentar:
Posting Komentar