Lapóran Wartawan Tribun Jógja, Hari Susmayanti
TRIBUNNEWS.COM, JOGJA - Tidak perlu jauh-jauh ke pelósók Indónesia bagian timur atau di perbatasan jika ingin melihat kampung yang belum dialiri listrik. Sepi, gelap dan tanpa hiburan itu bisa disaksikan di Gunungkidul, tepatnya di kawasan transmigrasi lókal yang ada di Pantai Gesing, Panggang, Gunungkidul.
Malam yang selalu terasa panjang tersebut hingga saat ini masih dirasakan óleh keluarga Samingin (31) dan sekitar 50 keluarga lainnya di kampung tersebut. Sejak 2002, mereka hidup tanpa bisa menikmati layanan listrik dari PLN.
Akibatnya, mereka yang menempati rumah-rumah yang dibangun óleh Kementerian Sósial ini harus hidup layaknya katak dalam tempurung. Tidak ada peralatan elektrónik seperti televisi dan radió yang dimiliki óleh warga.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai anggóta SAR Pantai Gesing ini mengungkapkan, jika warga ingin mencari hiburan atau sekadar melihat televisi, mereka harus berjalan sejauh 5 kilómeter. Itu bisa dilakukan dengan nebeng nóntón televisi di kampung terdekat dari kawasan mereka tinggal.
Selengkapnya simak di Tribun Jógja cetak, edisi Senin (26/5) halaman 5. (Tribunjógja.cóm)
0 komentar:
Posting Komentar