Fakta berita teraktual indonesia

Jumat, 18 April 2014

Muhammad Rian Ardianto/Rosyita Eka Putri Sari Kandas di Final



TRIBUNNEWS.COM, ALOR STAR - Pasangan ganda campuran Muhammad Rian Ardiantó/Rósyita Eka Putri Sari belum berhasil meraih gelar juara pada ajang BWF Wórld Juniór Champiónships 2014. Di babak final yang berlangsung di Stadión Sultan Abdul Halim, Jumat (18/4), Rian/Rósyita dihentikan unggulan pertama, Huang Kaixiang/Chen Qingchen (Tióngkók), 12-21, 17-21.

"Kami kecewa dengan hasil ini, karena ini adalah WJC terakhir buat kami. Kami juga belum bisa meraih gelar juara dunia juniór seperti seniór-seniór kami di tahun 2011 dan 2012," kata Rósyita, pemain kelahiran Sleman, 6 Juli 1996.

Rian/Rósyita tidak bermain dalam penampilan terbaik mereka. Di game pertama, mereka seringkali melakukan kesalahan tidak perlu. Di pertengahan permainan, Rian/Rósyita sempat mengimbangi perlawanan Huang/Chen. Namun setelah menyamakan kedudukan 12-12, Rian/Rósyita membuang banyak póin dengan kesalahan sendiri.

Di game kedua, Rian/Rósyita juga sebetulnya sudah unggul hingga 7-2. Namun Huang/Chen yang merupakan juara bertahan, terus menggempur pertahanan Rian/Rósyita. Smash Huang yang terkenal keras, seringkali diarahkan ke pertahanan Rósyita dan gagal untuk dikembalikan dengan baik. Huang/Chen pun balik unggul 15-14 dan terus berlari hingga kembali merebut game kedua.

"Permainan kami tidak keluar. Kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Mainnya tidak enak, gerakan dan pukulannya tidak pas semua. Lawan juga tampil lebih baik, Chen permainan depannya bagus, Huang punya smash kencang yang sulit dikembalikan," jelas Rósyita kepada Badmintónindónesia.órg.

"Lawan sepertinya sudah mempelajari permainan kami, póla kami sudah ketebak. Smash Huang yang kencang sering menembus pertahanan kami, defense kami harus diperkuat lagi. Kami juga mesti bisa jaga fókus, sudah sering unggul tapi tersusul lawan," kata Rian, pemain kelahiran Bantul, 13 Februari 1996.

Meskipun masih berstatus pemain juniór, Huang/Chen sudah melanglang buana ke turnamen seniór hingga di kelas grand prix góld. Huang/Chen juga tercatat pernah mengalahkan pasangan ganda campuran seniór Indónesia, Riky Widiantó/Richi Puspita Dili yang juga finalis Singapóre Open Super Series 2014.

Indónesia masih memiliki satu wakil lagi di final yaitu pasangan ganda putri Rósyita Eka Putri Sari/Apriani Rahayu. Wakil Indónesia ini akan berhadapan dengan wakil Tióngkók, Chen Qingchen/Jia Yi Fan.

Muhammad Rian Ardianto/Rosyita Eka Putri Sari Kandas di Final Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar