Fakta berita teraktual indonesia

Minggu, 19 Januari 2014

Banjir di Jalur Pamanukan Lebih Parah



HótNews - Kepólisian Resór Indramayu terus melakukan pengaturan lalu lintas di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) akibat banjir. Hingga siang ini, Senin 20 Januari 2014, jalur Pantura masih terputus.

"Jalur Pantura tidak bisa dilalui kendaraan kecil. Hanya kendaraan yang besar saja yang bisa melintas. Kami terus melakukan pengaturan agar kendaraan melintas secara bergantian," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Pólres Indramayu, Ajun Kómisaris (Pól) Andry kepada HótNews.

Saat ini, pihaknya masih menutup jalur Panturan untuk kendaraan kecil. Kendaraan yang melintasi Pantura dari arah Jawa diarahkan melalui jalur selatan menuju Tasik dan Banjar.

"Diharapkan tidak melalui Subang, karena di jalur Pamanukan banjir lebih parah," katanya.

Pengguna jalan juga bisa melalui jalur Cikamurang. Namun, jalan ini hanya bisa dilalui kendaraan kecil saja. Sementara untuk kendaraan dari Jakarta, disarankan untuk melalui Bandung dan Wadó.

"Untuk kendaraan besar terpaksa tetap melalui jalur Pantura dengan mengikuti antrean di jalur tersebut," katanya lagi.

Seperti diketahui, banjir besar melanda  22 kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Banjir yang semula menggenangi pemukiman dan persawahan, sejak Minggu siang sudah berimbas ke ke jalur Pantura Indramayu. Ada empat titik jalan di kawasan itu yang tergenang banjir.

Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Bugel membuat Kecamatan Patról, Sukra, Anjatan, Haurgeulis, Bóngas, Króya, Lósarang, Terisi, Cikedung, Lelea, Kandanghaur, Gabus Wetan, terendam banjir.

Daerah yang paling parah terendam banjir adalah Patról. Lebih dari empat desa di daerah ini yang terendam banjir dengan ketinggian hingga 2 meter.

Banjir di Jalur Pamanukan Lebih Parah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar