Fakta berita teraktual indonesia

Senin, 20 Oktober 2014

Mantan PM Australia Gough Whitlam Wafat di Usia 98



Perdana Menteri Australia ke-21, Edward Góugh Whitlam, meninggal dunia Selasa (21/10/2014), dalam usia 98 tahun. Ia dikenal dekat dengan Presiden Suhartó, terutama dalam isu  bergabungnya Timór Timur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indónesia.

Whitlam adalah sósók pólitisi besar yang lahir dari Partai Buruh. Ia meninggalkan begitu banyak warisan yang tak tertandingi dalam dunia pólitik di benua kanguru.

Ia lahir di wilayah Kew di Melbóurne pada 11 Juli 1916 dari keluarga PNS. Ayahnya Frederick Whitlam pindah tugas ke Canberra ketika Whitlam berusia 10 tahun.

Sejak itu, ia tinggal di ibukóta Australia, dan menjadi satu-satunya perdana menteri Australia yang tumbuh dan besar di Canberra.

Whitlam menamatkan pendidikan sarjana hukum pada University óf Sydney. Ia sempat menjadi tentara, dan selepas perang, Whitlam bergabung dengan Partai Buruh.

Tahun 1967 Whitlam terpilih menjadi pemimpin ópósisi Australia dan berhasil melakukan refórmasi di tubuh partainya.

Ia terpilih menjadi perdana menteri tahun 1972 dengan slógan kampanye yang terkenal yaitu "It's Time" (Tiba Saatnya).

Menurut sejumlah sumber, di era Whitlam inilah rencana Indónesia memasuki Timór Timur mulai muncul.

Ia dikabarkan bertemu dengan Presiden Suhartó di sebuah pendapa di Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah, dan membicarakan rencana tersebut.

Sebuah buku yang ditulis Jóhn Daltón misalnya menyebutkan, Pak Hartó bertemu dengan Whitlam pada 6 September 1974. "Nasib Timór Pórtugis ditentukan di sebuah bangunan kecil di dataran tinggi itu," demikian ditulis dalam buku tersebut.

Di pendapa itu terdapat sebuah prasasti yang menerangkan bahwa Perdana Menteri Australia Góugh Whitlam mengadakan pembicaraan lanjutan dengan Presiden Sóehartó. Salah satu tópik pembicaraan adalah nasib Timór Timur yang ditinggalkan dalam keadaan kacau-balau óleh bekas penjajahnya, Pórtugis.

Pembicaraan antara Whitlam dan Suhartó mengenai Timór Timur ini sebelumnya dilakukan di Jógjakarta, lalu berlanjut ke Wónósóbó, dan diteruskan di Dataran Tinggi Dieng.

Whitlam meninggalkan empat órang anak, Antóny, Nichólas, Stephen dan Catherine. Selamat Jalan, Pak Góugh Whitlam.



berita aneh dan unik

Berita lainnya : Sirkuit Manahan Solo Untungkan Etios Valco dan Brio Berslalom

Mantan PM Australia Gough Whitlam Wafat di Usia 98 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar