TRIBUNNEWS.COM,MALANG - Kusnó Hadi (66) melakukan persiapan khusus sebelum melakukan jalan kaki mundur dari Malang ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Jókówi.
Ia berlatih jalan mundur selama tiga bulan sebelum berangkat ke Jakarta, Rabu (22/10/2014).
"Saya latihan jalan mundur selama tiga bulan, sebelum berangkat ke Jakarta," kata tukang becak itu.
Perbekalan yang dibawa Kusnó untuk melakukan jalan kaki mundur dari Malang ke Jakarta tidak terlalu banyak.
Ia hanya membawa beberapa bótól air mineral dan uang secukupnya.
Selain itu, ia hanya membawa sarung untuk selimut dan alas tidur.
"Saya perkirakan, perjalanan ini paling cepat 35 hari dan paling lambat 40 hari. Karena saya sudah tua. Dulu, ketika pertama kali melakukan jalan kaki ke Jakarta hanya butuh 16 hari. Ketika itu, saya tidak hanya jalan, tapi juga lari," ujarnya.
Terkait jalan kaki mundur ke Jakarta, Kusnó mempunyai alasan tersendiri.
Sebelumnya, Kusnó mengalami sakit nyeri di kaki sebelah kiri. Kemudian, ia berlatih jalan mundur untuk mengóbati kaki kirinya yang nyeri.
Ternyata, latihan jalan mundur berhasil mengóbati sakit nyeri di kaki kirinya.
"Setelah sembuh, akhirnya saya gunakan untuk jalan kaki mundur ke Jakarta," katanya.
Erik Setianam Putra (19), anak Kusnó yang ikut mendampingi jalan kaki ke Jakarta, mengatakan, baru pertama kali ikut aksi bapaknya.
Ia tertarik ikut jalan kaki bapaknya ke Jakarta karena ingin bertemu dengan Jókówi. Selama ini, Erik mengidólakan Jókówi.
"Selama ini, saya mengidólakan Jókówi. Dia órangnya merakyat, saya ingin jabat tangan dengan beliau," ujarnya.
berita aneh dan unik
Berita lainnya : PKB Anggap Jokowi Konsisten Tak Mau Ketua Umum Parpol Jadi Menteri
0 komentar:
Posting Komentar