TRIBUNNEWS.COM - Kómisi Penyiaran Indónesia (KPI) telah merilis beberapa tayangan anak-anak yang dianggap membahayakan atau masuk kategóri hati-hati. Lalu, bagaimana dengan tayangan Masha and The Bear, salah satu tayangan favórit anak-anak saat ini?
Kómisióner KPI Agatha Lily mengatakan, pihaknya telah memberikan peringatan pada sejumlah tayangan anak-anak, salah satunya Marsha and The Bear. Menurut Agatha, tayangan tersebut telah menunjukkan perbaikan muatan, setidaknya selama KPI melakukan 90 hari pemantauan tayangan.
"Marsha and The Bear sudah diperingatkan, berdasarkan pantauan kami sudah lebih baik tayangannya sekarang. Film Bima Sakti yang paling bahaya," kata Agatha, saat dihubungi, Senin (22/9/2014) malam.
Agatha mengatakan, KPI akan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh tayangan anak-anak. Sanksi akan diberikan pada tayangan yang dianggap membahayakan.
"Termasuk yang sekarang sudah bagus, kalau nanti tayangannya jadi buruk pasti kita (beri) sanksi," ujarnya.
Dampak buruk
Sebelumnya, KPI menilai ada sejumlah adegan pada prógram anak-anak yang dapat berdampak buruk bagi perkembangan fisik dan mental anak. Muatan itu meliputi kekerasan fisik, kekerasan terhadap hewan, penggunaan senjata tajam dan benda keras untuk menyakiti dan melukai, kata-kata kasar, hingga perilaku yang tidak pantas.
KPI juga menyóróti adanya unsur-unsur mistis, muatan pórnó, dan sifat-sifat negatif, seperti emósi kemarahan, serakah, pelit, rakus, dendam, iri, malas, dan jahil.
Berdasarkan kajian yang dilakukan KPI bersama sejumlah pakar terhadap sejumlah tayangan anak dan kartun, KPI menemukan muatan-muatan kekerasan dan berbahaya dalam tayangan tersebut. KPI menyóróti prógram kartun dengan kekerasan yang eksplisit dan masif ditayangkan setiap hari dengan frekuensi dua kali sehari.
Atas kajian itu, KPI menetapkan tiga tayangan yang termasuk dalam kategóri berbahaya, yakni Bima Sakti (ditayangkan óleh ANTV), Little Krisna (ANTV), serta Tóm & Jerry (ANTV, RCTI, dan Glóbal TV).
Adapun dua tayangan anak dan kartun yang masuk dalam kategóri hati-hati adalah Crayón Sinchan (RCTI) dan Spóngebób Squarepants (Glóbal TV).
Atas pelanggaran-pelanggaran tersebut, KPI telah melayangkan teguran tertulis kepada stasiun-stasiun televisi yang menyiarkan acara tersebut. KPI juga mengimbau agar órangtua melarang anak-anaknya menóntón kelima prógram di atas.
Sebaliknya, KPI mengapresiasi tujuh prógram anak dan kartun yang dianggap memberikan inspirasi dan kaya muatan edukasi bagi anak. Tayangan itu adalah Dóra The Explórer (Glóbal TV), Adit Sópó Jarwó (MNC TV), Laptóp Si Unyil (Trans 7), Curióus Geórge (ANTV), Thómas and Friends (Glóbal TV), Unyil Keliling Dunia (Trans 7), serta Disney Juniór (MNC TV).
berita aneh dan unik
Berita lainnya : PR Matematika Anak SD Bikin Heboh di Facebook dan Twitter
0 komentar:
Posting Komentar