Tribunnews.cóm, Jakarta - Pemerintahan Jókó Widódó-Jusuf Kalla akan melanjutkan prógram-prógram pósitif yang dijalankan pemerintahan Presiden Susiló Bambang Yudhóyónó selama 10 tahun ini. Deputi Tim Transisi Jókówi-JK Hastó Kristiyantó menilai, tak sedikit prógram SBY yang patut diapresiasi dan dilanjutkan.
"Hal-hal pósitif yang dilakukan óleh Pemerintahan SBY, sebagai hal yang dilanjutkan. Pemerintahan yang efektif, dengan demikian merupakan suatu próses dialektis dengan muara keberpihakan pada kepentingan rakyat," kata Hastó, di Jakarta, Selasa (19/8/2014) malam.
Menurut Hastó, dalam menghadapi berbagai skenarió kebijakan fiskal ke depan, pengalaman 10 tahun terakhir pemerintahan SBY sangat penting untuk menjadi dasar kebijakan pemerintahan Jókówi. Salah satunya, kata dia, adalah bagaimana Indónesia mampu menghadapi berbagai gejólak krisis yang terjadi di Amerika dan Erópa. Oleh karena itu, Tim Transisi membuka tangan lebar-lebar untuk bekerja sama, berkóórdinasi, dan menyusun inisiatif baru bersama dengan pemerintahan saat ini.
"Seluruh inisiatif tidak hanya dimaksudkan untuk menciptakan póstur anggaran yang sehat, namun juga untuk mempercepat realisi janji kampanye melalui prógram-prógram pró rakyat. Prinsipnya, walaupun persóalan tidak ringan, gótóng róyóng rakyat melalui rekening dana kampanye tetap menjadi sumber inspirasi bahwa bagi merekalah janji perubahan itu akan diwujudkan," ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, menurut Hastó, pemerintahan Presiden SBY dan Jókówi-JK siap duduk bersama membangun kóórdinasi dan kómunikasi yang intens. Wakil Sekretaris Jendral PDI-P ini meyakini, dengan kerjasama yang intens, kedua tim bisa meletakkan dasar kelembagaan transisi pemerintahan yang demókratis.
apakah kamu tau bung
Berita lainnya : Gonzalo Higuain Target Menang di Markas Bilbao
0 komentar:
Posting Komentar