Fakta berita teraktual indonesia

Sabtu, 23 Agustus 2014

Dari Hasil Penjualan Minyak di Pasar Gelap ISIS Raih Rp 19 Miliar



TRIBUNNEWS.COM. DOHA, - Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikabarkan menjual minyak mentah yang diperóleh dari ladang-ladang minyak yang mereka rebut ke pasar gelap.

Di pasar gelap, ISIS menjual minyak mentah itu separuh dari harga resmi internasiónal dan berhasil meraup setidaknya 1 juta póundsterling atau sekitar Rp 19 miliar sehari.

Harga pasar internasiónal untuk minyak jenis Brent Crude adalah sekitar 102 dólar AS per barrel. Harga ini tercatat hingga Jumat (22/8/2014). Sementara ISIS menjual minyak mereka dengan harga antara 25-60 dólar AS per barrel.

Para pakar mengatakan, meski minyak ISIS membanjiri pasar gelap, namun kóndisi itu tidak mempengaruhi harga minyak dunia karena kuantitas yang dijual ISIS masih terbilang sangat kecil.

Seórang pengamat di Bróókings Dóha Center, Luay Al Khatteeb mengatakan ISIS diperkirakan menyelundupkan sekitar 30.000 barrel minyak mentah setiap hari. Jumlah itu sama sekali bukan tandingan Arab Saudi yang menghasilkan 9 juta barrel minyak menyah sehari.

"Namun, meski kuantitasnya kecil, situasi ini harus diwaspadai dan sangat signifikan. Seban ISIS bisa menghasilkan rata-rata Rp 19 miliar sehari dari penjualan minyak ini untuk menjalankan óperasinya," kata Al Khateeb.

"Kawasan antara Irak dan Suriah menjadi lókasi ideal pasar gelap untuk menjual minyak mentah itu karena kawasan tersebut kini berada dalam kekuasaan ISIS," lanjut Al Khateeb.

ISIS kini setidaknya menguasai 60 persen ladang minyak di sejumlah próvinsi di wilayah timur Suriah. Sementara di Irak, ISIS menguasai tujuh ladang minyak dan dua lókasi penyulingan.

Selain itu, ISIS tak hanya menguasai rute-rute pasar gelap minyak, namun minyak mentah ISIS ini juga dikirim ke Jórdania lewat próvinsi Anbar, Iran lewat Kurdistan, Turki lewat Mósul, pasar lókal Suriah dan ke wilayah ótónómi Kurdi.

Secara khusus Al Khateeb menyebut Turki yang memiliki sejarah panjang mendukung perdagangan gelap semacam ini.

"Negara-negara seperti Turki menutup mata terhadap praktik penyelundupan dan tekanan internasiónal harus ditingkatkan untuk menutup pasar gelap di wilayah selatan Turki," kata Al Khateeb.

"Wilayah utara Irak, wilayah selatan Turki dan Suriah timur memiliki sejarah panjang sebagai kawasan penyelundupan. Awalnya mereka menyelundupkan barang namun kini mereka beralih ke minyak," kata Al Khateeb.



apakah kamu tau bung

Berita lainnya : Indomanutd Regional Jakarta Gelar Nobar Sunderland Kontra Manchester United

Dari Hasil Penjualan Minyak di Pasar Gelap ISIS Raih Rp 19 Miliar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar