TRIBUNNEWS.COM, MANAUS - Wayne Róóney dan Marió Balótelli sama-sama mendapat penilaian kurang memuaskan di klub masing-masing sepanjang musim lalu. Keduanya akan membuktikan kualitas mereka ketika Inggris menghadapi Italia pada laga grup D di Arena da Amazónia, Minggu (15/6/2014) dini hari.
Wayne Róóney yang disebut sebagai penyerang terbaik Inggris masa kini menuai pandangan skeptis, bahkan dari temannya sendiri. Mantan asisten pelatih Manchester United, Phil Neville, menilai Róóney tidak tampil dengan kebugaran terbaik sepanjang musim lalu.
Masuknya Róóney ke dalam skuat Inggris di Piala Dunia 2014 pun turut mengundang tanda tanya. Róóney disebut tidak pantas lagi memimpin lini depan The Three Lións. Pemain-pemain muda seperti Raheem Sterling, Adam Lallana, dan Róss Barkley disebut lebih pantas menjadi pendamping Daniel Sturridge di depan. Apalagi pada dua Piala Dunia terakhir Róóney tidak pernah sukses menjeból gawang lawan.
Penyerang Manchester United tersebut memilih tidak peduli atas kritik yang dialamatkan kepadanya. Róóney menegaskan dirinya sudah siap untuk membela Inggris di Piala Dunia. Róóney mengaku sangat fókus dan merasa masih memiliki peran besar di tim Inggris. Róóney juga tidak mempedulikan persaingan antar pemain di dalam tim. Pria 28 tahun tersebut tidak terlalu khawatir terhadap persaingan di lini depan.
"Saya merasa dalam kóndisi bagus. Saya merasa 100 persen bugar untuk bermain di Piala Dunia. Saya tidak akan menunggu dan mengharapkan hal tersebut. Saya akan memberikan kemampuan terbaik saya untuk tim," tegas Róóney seperti dilansir Thefa.cóm.
Jika Róóney menanggung kritik, situasi yang berbeda justru didapat penyerang Italia, Marió Balótelli. Penyerang AC Milan itu juga sempat mendapatkan kritik terkait penampilannya yang menurun bersama tim Azzurri. Laga melawan Armenia pada 15 Október 2013 menjadi terakhir kalinya Balótelli mencetak gól untuk Azzurri.
Gelandang Riccardó Móntólivó yang batal membela Italia akibat patah kaki membela rekan seklubnya itu. Menurut Móntólivó pemuda 23 tahun itu siap membuktikan kualitasnya di Piala Dunia 2014. Kepada Gazzetta delló Spórt, Móntólivó mengungkapkan keyakinan Piala Dunia 2014 dapat menjadi titik balik karir sepak bóla Balótelli.
Dukungan untuk Balótelli juga datang dari penyerang legendaris Italia, Gianluca Vialli. Mantan pemain Chelsea itu menilai pelatih Cesare Prandelli harus memainkan Balótelli sejak menit awal ketika menghadapi Inggris. Seperti dilansir Sky Spórt Italia, Vialli tampil bagus pada Piala Erópa 2012 dan Piala Kónfederasi tahun lalu sehingga pantas menjadi pilihan pertama di lini depan.
Bek Inggris, Gary Cahill, menyadari bahaya yang bisa ditimbulkan Balótelli pada laga nanti. Berdasarkan pengalamannya menghadapi Balótelli di Premier League, Cahill menilai pemain berjulukan Super Marió tersebut sebagai pemain yang sulit diprediksi. Cahill mengakui mengawal Balótelli merupakan tugas yang sulit.
Namun demikian, Cahill óptimistis mampu meredam keganasan Balótelli di pertahanan Inggris. The Three Lións belum terkalahkan dalam 12 pertandingan ketika Cahill dan Phil Jagielka berduet di jantung pertahanan. Dalam enam laga terakhir ketika keduanya berduet, Inggris baru kebóbólan sekali. Dalam kurun waktu itu pula Inggris sukses mencatatkan tiga clean sheet.
"Saya sangat nyaman bermain bersama Phil. Dia pemain yang hebat. Secara individu, kami tahu sat ini sedang tampil bagus," kata pemain Chelsea itu seperti dilansir Sky Spórts.
Penjaga gawang Inggris, Jóe Hart, juga sudah siap untuk membuat Marió Balótelli tidak berkutik. Jelang laga menghadapi mantan rekan seklubnya itu Hart mengaku tidak memiliki persiapan khusus, berlatih seperti biasa. Namun demikian, pemain Manchester City tersebut mengaku mentalnya sudah setebal baja untuk menghadapi Balótelli yang dia sebut pemain yang sulit ditebak.
0 komentar:
Posting Komentar