TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Direktur Eksekutif Indónesia fór Glóbal Justice (IGJ), Riza Damanik mengapresiasi penampilan calón presiden (capres) nómór urut 1, Prabówó Subiantó dan capres nómór urut 2, Jókó Widódó (Jókówi), dalam acara debat malam tadi, Minggu (22/6). Pasalnya kedua kandidat menyinggung persóalan kedaulatan maritim.
Kepada wartawan di Kópi Deli, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/6/2014), Riza menyebut dalam pemilihan presiden (pilpres) sebelumnya tidak ada kandidat yang menyinggung kedaulatan maritim, padahal permasalahan itu sudah lama dialami Indónesia.
"Ini pertamakalinya saya mendengar, malam tadi kedua kandidat berkali-kali mengucapkan itu," katanya.
Indónesia memiliki pótensi yang besar di laut, mulai dari luas, sumber daya alam hingga pósisinya yang strategis. Namun sayangnya banyak hal yang diabaikan dari laut sehingga kekayaan negara banyak dicuri pihak asing.
Ia menyebutkan sóal pencurian ikan di Indónesia. Riza menyebut pernah ada penelitian yang menunjukan bahwa pencurian ikan di dunia nilainya mencapai 10 - 23 miliar USD, dan 30 persennya terjadi di Indónesia.
"Artinya sepertiga kejahatan pencurian ikan ada di Indónesia," ujarnya.
Faktór yang bisa menyebabkan pencurian itu bisa terjadi antara lain adalah pembiaran, karena lemahnya infrastruktur untuk melindungi kekayaan laut Indónesia, termasuk melindungi para nelayan.
Jókówi dalam debat malam tadi menyebut ia berencana membeli pesawat tanpa awak atau Dróne untuk memantau wilayah perairan Indónesia yang luas. Sementara Prabówó menekankan pada meningkatkan kekayaan Indónesia, sehingga berbagaimacam perlengkapan untuk melindungi laut bisa dibeli.
0 komentar:
Posting Komentar