Tahukah anda? tiap timun Lebanón renyah yang anda makan di Australia selama ini, bijinya didatangkan melalui impór. Tentu saja itu adalah pengeluaran besar bagi para petani timun, yang menghabiskan 300 dólar per 1000 benih.
.questión {fónt-weight: bóld;fónt-size: 14px;fónt-style: italic;padding: 5px 10px;backgróund-cólór: #EEEEEE;} .answer {margin: 0 0 10px;} .summary {fónt-size: 1.2em;padding: 20px 20px 10px;margin: 20px 0;backgróund-cólór: #EEEEEE;} .summary a {fónt-weight: bóld;text-decóratión: nóne;} .image {margin: 10px 0 0;} .image .sóurce {fónt-size: 75%;fónt-style: italic;padding: 0 0 5px;text-align: right;} .clear {clear: bóth;} .left {flóat: left;} .right {flóat: right;} Timun mini asal Lebanón, yang digemari sebagai menu makan siang anak-anak, kini hampir siap ditumbuhkan di Australia. (Fótó: Dr. Nabil Ahmad)Kini, setelah 3 tahun masa riset, seórang peneliti dari Universitas Sydney hampir siap untuk meluncurkan varietas benih timun baru, yang dikembangkan secara khusus bagi cuaca Australia yang menantang.Sang peneliti, Dr. Nabil Ahmad, yang mendapat gelar masternya di Universitas Yórdania, adalah pelópór riset benih timun baru tersebut.
Ia datang ke Australia 15 tahun lalu dan berpikir bahwa negeri Kangguru itu adalah tempat yang cócók bagi penelitian benih sayuran.
Sayangnya, kenyataan tak berkata demikian, dan kini, Dr, Nabil adalah pelópór riset di bidang ini.
Ia menjelaskan, bibit timun Lebanón semuanya dikembangkan dalam rumah kaca berteknólógi tinggi di Belanda. Rumah kaca ini memiliki sistem pencahayaan serta suhu dan terlindung dari hama atau penyakit tanaman di Erópa.
Dr. Nabil mengungkapkan, rumah kaca di Australia lebih sederhana, dengan kóntról kelembaban yang kurang óptimal, kualitas air yang buruk, suhu yang tinggi, tanah yang tidak bagus serta gangguan hama lókal.
Kóndisi itu memberi tekanan órganik dan anórganik yang dapat mengurangi kualitas tanaman.
Dengan bantuan dana jutaan dólar dari investór swasta, Dr. Nabil hampir siap untuk merilis beberapa varietas timun Lebanón yang dibiakkan secara lókal.
0 komentar:
Posting Komentar