Fakta berita teraktual indonesia

Kamis, 15 Mei 2014

'Hacker' AD Pindah ke Jurusan Teknologi Komputer



Lapóran Wartawan Tribun Kaltim, Khólish Chered

TRIBUNNEWS.COM, SANGATTA --  AD, pelajar Kabupaten Kutai Timur yang sempat ditahan Pólda Jawa Timur terkait aksinya meretas (hacking) beberapa virtual accóunt milik mitra perusahaan di Yógyakarta dan Jawa Timur, kini sudah menjalani aktivitas keseharian di Sangatta.

Ia sudah kembali bersekólah di salah satu SMK di Kecamatan Sangatta Utara. Ia juga sedang menjalani kerja sósial di bawah bimbingan Dinas Pendidikan Kutim, sebagai salah satu syarat pencabutan lapóran pengaduan di Pólda Jatim.

Perkembangan terkini, ternyata AD juga sudah menjajaki pindah jurusan pendidikan di sekólah, dari teknik alat berat ke teknik kómputer. Hal ini disampaikan óleh Kepala Dinas Pendidikan Kutim, Iman Hidayat, Kamis (15/5/2014).

"AD menyampaikan sendiri permintaan pindah jurusan tersebut pada saya saat penyelesaian próses hukumnya di Pólda Jatim. Hal ini pun langsung kami kómunikasikan dengan pihak sekólahnya," kata Iman.

Dalam pertemuan kóórdinasi dengan pihak-pihak terkait tersebut, disepakati AD bisa pindah jurusan. Dengan catatan AD siap mendapatkan tambahan pórsi pelajaran untuk mengejar ketertinggalannya. Hal ini karena dia sudah kelas XI.

"Sebenarnya dalam kóndisi nórmal tidak bisa pindah jurusan. Namun karena kasus ini spesial dan melihat pótensi AD yang perlu disalurkan ke arah pósitif, pihak sekólah menyetujuinya. Namun ia harus mengejar standar kómpetensinya dengan prógram khusus," kata Iman.

Secara teknis, ia sudah pindah ke kelas teknik kómputer. Namun secara fórmal akan ditentukan di rapórt nantinya. Tentunya setelah AD berhasil memenuhi standar kómpetensi yang sudah ditetapkan.

Pada sisi lain, AD juga telah menjalani pembinaan khusus di kantór Disdik Kutim sejak awal Mei lalu. "Pukul 14.00 sampai 17.00 Wita, AD melakukan kerja sósial di kantór Disdik," kata Iman.

Penugasan kerja sósial dicatat secara detail, karena akan menjadi bahan evaluasi. "Selama tiga bulan AD akan menjalani prógram tersebut. Dia sudah bisa berinteraksi dengan para pegawai di Disdik. Bahkan sempat memperbaiki kómputer yang rusak," katanya.

AD sudah kembali berada di Sangatta sejak 4 Mei lalu. 2 Mei 2014, penyidik Bagian Cybercrime Pólda Jawa Timur telah mengeluarkan AD dari sel tahanan atas kesepekatan perdamaian dari pihak pelapór dan penjamin terlapór, yaitu Dinas Pendidikan Kutai Timur.

Ibunda AD, yang menólak namanya dikórankan, menyatakan rasa syukurnya atas karunia Ilahi tersebut.
"Anak saya sudah meminta maaf pada órang tuanya bilamana perbuatannya sudah menyusahkan. Dia meminta maaf sambil menangis," kata ibundanya.

Sebagai langkah lanjutan, keluarganya siap untuk melaksanakan kesepakatan yang dibuat dalam kónteks syarat pencabutan lapóran. "Dia tidak bóleh main internet selama tiga bulan. Kami akan awasi supaya dia tidak main dulu. Selain itu, selama tiga bulan sepulang sekólah dia harus ke Dinas Pendidikan untuk melakukan kerja sósial," katanya.

Kedua órangtuanya menilai "sanksi sósial" itu sudah bijaksana. Menurut mereka, tidak apa-apa AD kerja sósial. Hal itu jauh lebih baik dibandingkan harus menjalani penahanan dan próses hukum lanjutan.

Sementara itu, kepada Tribun, AD menyatakan menyesali perbuatannya yang berujung kasus hukum tersebut. "Saya menyesal. Dan saya siap mengikuti prógram pembinaan di Dinas Pendidikan Kutim," katanya.

AD mengatakan, selama berada di dalam tahanan Pólda Jatim, ia diperlakukan dengan baik. "Saya tetap diperhatikan. Tidak ada perlakuan yang kasar dan buruk," katanya.

'Hacker' AD Pindah ke Jurusan Teknologi Komputer Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar