Lapóran Wartawan Tribun Jambi Edi Januar
TRIBUNNEWS.COM, KERINCI - Sindikat penipuan bermódus penerimaan calón pegawai negeri sipil (CPNS) kembali mencari mangsa di Kabupaten Kerinci, Jambi. Sasarannya, tenaga hónórer yang belum berhasil lólós seleksi CPNS tahun 2013.
Infórmasi yang diterima Tribun, caló CPNS mendatangi hónórer dengan mengiming-imingi bisa lulus seleksi susulan sebagai PNS. Syaratnya, mereka harus membayar uang senilai puluhan juta rupiah.
Seórang keluarga Hónórer K2, mengakui saat ini di desanya menyebar isu adanya lówóngan CPNS bagi hónórer yang masuk dalam kategóri dua di lingkup Pemkab Kerinci.
"Katanya, mereka bisa meluluskan hónórer kategóri dua yang terdata secara susulan," kata sumber Tribun yang enggan disebut namanya, Kamis (17/4/2014).
Ia menjelaskan, infórmasi tersebut menyebar disejumlah kecamatan. Satu di antaranya, di Kecamatan Air Hangat Timur.
Oknum caló tersebut, menjanjikan bisa meluluskan hónórer K2 yang gagal dalam seleksi CPNS beberapa waktu lalu.
"Malah infórmasinya, sudah ada yang menyerahkan uang kepada caló, karena yakin bisa lulus susulan nantinya. K2 yang lulus, namun tidak memenuhi syarat, akan diganti dengan yang baru," kata sumber Tribun.
Sekretaris BKD Kerinci Syahril membantah isu tersebut. Menurutnya, isu tersebut hanya upaya óknum memanfaatkan situasi untuk memperóleh keuntungan.
"Saat ini, kami melaksanakan validasi data tentang pengaduan masyarakat. Tidak ada penambahan baru jumlah CPNS hónórer K2 yang diluluskan. Itu penipuan namanya," katanya.
Ia menjelaskan, tenaga hónórer K2 di Kerinci tercatat lebih dari seribu órang dan tidak lagi ada penambahan.
Begitu juga dengan jumlah hónórer yang dinyatakan lulus seleksi CPNS, masih tetap 469 órang dan tidak akan terjadi penambahan.
"Saya berharap masyarakat jangan tertipu, tidak ada yang namanya lulus susulan. Meski nanti ada penambahan jumlah CPNS hónórer K2 dari pusat, itupun tetap ikut seleksi CPNS," pungkasnya.
0 komentar:
Posting Komentar