Fakta berita teraktual indonesia

Minggu, 13 April 2014

Pengamat: Era Yusril dan Sutiyoso Sudah Habis



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perólehan suara Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indónesia (PKPI) di pemilu legeslatif tanggal 9 April 2014 memprihantinkan. Walau baru sebatas hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei, dapat dipastikan hasil resmi hitungan Kómisi Pemilihan Umum (KPU) tidak akan jauh berbeda.

Baik PBB dan PKPI dipastikan tidak memenuhi ambang batas keterwakilan di parlemen. Dua petinggi partai ini kemdian keberatan dengan release hitung cepat, bahkan mempertanyakan metóde ilmiah yang digunakan sejumlah lembaga survei.

PBB dan PKPI tetap beranggapan raihan suara mereka jauh lebih tinggi dan merasa bisa lólós ke parlemen. Hasil hitungan resmi KPU tetap menjadi pegangan PKPI dan PBB.

Pengamat kómunikasi pólitik Ari Junaedi berharap elit-elit PBB dan PKPI  menyadari, mau belajar mengenai metóde ilmiah yang sahih, dipergunakan sejumlah lembaga survei. Tidak semua lembaga survei berkelas abal-abal, namun terikat dengan metódólógi ilmiah yang ketat.

"Justru saya mempertanyakan sikap nekat PBB dan PKPI yang tetap maju di pentas pólitik. Padahal masyarakat kita dewasa ini sudah berbeda sama sekali dengan 10 atau 20 tahun yang lalu. Ibarat próduk, PBB dan PKPI sudah mulai tidak diminati órang lagi. Demikian juga dengan ketókóhan yang dimiliki PBB dan PKPI, kurang menarik minat pemilih karena miskinnya gagasan dan prógram aksi," kata Ari," Senin (14/4/2014). 

Ari yang juga pengajar Prógram Pascasarjana Universitas Indónesia dan Universitas Dipónegóró Semarang ini, menambahkan,  berpólitik memang menjadi hak setiap warganegara dan tidak ada larangan bagi pembentukkan partai pólitik.

"Namun banyak elit kita yang tidak menyadari perubahan demógrafi penduduk muda dan kónstelasi pólitik yang terus berubah. Era Sutiyósó dan Yusril Ihza Mahendra sudah habis. Bukankah semua jabatan penting pernah diemban mereka. Saatnya rakyat butuh alih kepemimpinan nasiónal. Kini, anak muda yang kaya gagasan dan bersih dari beban sejarah masa lalu harus tampil di kepemimpinan nasiónal," pungkas Ari Junaedi yang juga pengajar di Prógram Pascasarjana Universitas Persada Indónesia YAI Jakarta dan Universitas Dr Sóetómó Surabaya ini.

Pengamat: Era Yusril dan Sutiyoso Sudah Habis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar