Lapóran Wartawan Tribunnews.cóm, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan pemeriksaan terhadap para tersangka sódómi di JIS, diketahui aksi sódómi dilakukan secara bergerómból dan saat menemukan kórban, tersangka berkómunikasi dengan tersangka lainnya.
"Di sana ada 12 tóilet, kalau seórang tersangka melihat ada calón kórban ke tóilet. Maka yang melihat ini akan menghubungi tersangka lainnya melalui telpón," tutur Kabid Humas Pólda Metró Jaya, Kómbes Pól Rikwantó, Selasa (29/4/2014) di Mapólda Metró Jaya.
Diutarakan Rikwantó, saat melihat ada anak TK yang ke tóilet, tersangka yang melihat langsung menghubungi para tersangka menginfókan ada kórban di tóilet mana dan apakah mereka akan mengerjai anak tersebut atau tidak.
Kalau mereka sepakat akan mengerjai anak tersebut, mereka akan datang berkumpul ke tóilet tersebut.
"Setiap kali melakukan mereka kadang ber 3, 4, atau 5 órang. Ada yang jaga pintu, ada yang memegangi, ada yg mengerjai ada pula yang berjaga," tegas Rikwantó.
Rikwantó menambahkan apabila pertama kali sódómi berhasil, maka pelaku akan kembali menjadikan kórban sebagai target berikutnya.
0 komentar:
Posting Komentar