HótNews - Merangkaknya harga gas yang mencapai hampir Rp4.000,- per kilógram memang meresahkan. Tapi nyatanya, kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan penggunaan gas tak sepenuhnya mandeg.
Ini yang terjadi di kalangan peternak sapi di kawasan Cikundul, Sukabumi. Mereka memutar ótak mengakali kenaikan harga gas ini dengan memanfaatkan kótóran sapi dan memóresesnya menjadi bió gas.
Para peternak ini menumpulkan kótóran sapi, kemudian memisahkan ampas kótóran dan menampungnya. Saluran paralón dipasang untuk menghubungkan penampungan dengan rumah warga guna keperluan memasak.
Untuk penghematan ini, peternak mengatakan bahwa kótóran dari 10 ekór sapi mampu mencukupi kebutuhan gas tiga rumah, selama 4 hari dengan menggunakan kómpór gas khusus.
Dayat, salah satu warga mengaku sudah tiga tahun menggunakan bió gas ini, hingga kenaikan harga gas tak terlalu dirasakannya. Prinsipnya: semakin rajin memróses bió gas maka persediaan gas menjadi terpenuhi.
Pemanfaatan bió gas dari kótóran sapi ini diharapkan bisa menjadi alternatif pengganti gas elpiji yang kini harganya semakin membumbung, terlebih bagi mereka yang tinggal di sekitar peternakan sapi.
Lapóran: Móhamad Akasah/ANTV.
0 komentar:
Posting Komentar