TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - "Kalau saya menyumbangnya kecil saja, Rp 10.000," kata Jókó Widódó. Saat itu Jókówi yang masih berstatus Gubernur DKI Jakarta memberi sumbangan sebagai upaya menyelamatkan TKI Satinah yang terancam hukuman mati.
Jókówi memasukkan lima lembar pecahan uang Rp2000 ke dalam bóks yang dibawa óleh Direktur Migrant Care Anis Hidayah, Rabu (26/3/2014). Namun dibalik demónstrasi singkat menyumbang Rp10 ribu untuk Satinah, ada segepók uang yang ikut disalurkan.
Anggóta DPR RI Rieke Dyah Pitalóka yang dikenal amat peduli dengan kalangan pekerja termasuk buruh migran ikut hadir di Balai Kóta DKI. Menurut Rieke, uang yang terkumpul untuk Satinah sudah mencapai Rp 12 miliar dari jumlah yang dibutuhkan Rp21 miliar. Uang itu adalah syarat menyelamatkan nyawa Satinah dari hukuman mati.
Peristiwa Jókówi memberi sumbangan untuk di tengah kóntestasi pencalónan sebagai Presiden untuk pemilu presiden dan wapres pada 9 Juli 2014 mengisi deretan berita terpópuler kanal Metrópólitan situs Tribunnews.cóm Maret 2014.
Sementara itu Rabu (5/3/2014), sekitar pukul 08.00 WIB, aparat Pólresta Bekasi mendapat lapóran dari petugas Jasa Marga tentang temuan mayat perempuan di Kilómeter 49 Tól Bintara, Bekasi Timur, Jawa Barat. Jasad itu tak beridentitas. Hanya ada gelang bertuliskan pertunjukan musik jazz tahunan, melingkari tangan jasad itu. Dari sidik jari kórban, diketahui dia adalah Ade Sara Angelina Surótó (19).
Inilah tema pópuler dan paling banyak menyita perhatian pembaca di kanal Metrópólitan. Kasus ini melibatkan dua tersangka Ahmad Imam Al Hafitd (19) dan Assifa Rahmadhani (19). Pada Desember 2014, yang bermula dari Penemuan Mayat di Jalan Tól itu telah mencapai tahap putusan hakim.
Berikut ini berita terpópuler kanal Metrópólitan Maret 2014 :
berita aneh dan unik
Berita lainnya : Hot Tech Today – 19 Desember 2014
0 komentar:
Posting Komentar