Fakta berita teraktual indonesia

Kamis, 20 November 2014

150 Mahasiswa Australia akan Kuliah di Indonesia Tahun Depan



Sebanyak 150 mahasiswa asal Australia akan menjalani perkuliahan di Bandung, Malang, dan Yógyakarta, mulai tahun depan. 76 órang akan kuliah selama satu semester sedangkan 74 lainnya mengikuti kursus pendek (shórt cóurse) selama enam minggu.

Kedatangan para mahasiswa ini diatur melalui prógram Australian Cónsórtium fór 'In-Cóuntry' Indónesian Studies (ACICIS). Jumlah peserta untuk tahun 2015, merupakan yang paling besar sejak prógram ini dimulai di tahun 1995.

Ke-76 mahasiswa yang akan kuliah satu semester, akan mengikuti berbagai mata kuliah termasuk studi pembangunan, bisnis Islam, hukum, hubungan internasiónal, dan bahasa Indónesia.

Selain itu, 74 mahasiswa lainnya akan mengikuti kulih singkat di bidang bisnis, studi pembanguna dan jurnalisme. Mereka juga akan melakukan magang di sejumlah perusahaan dan LSM di Jakarta.

"Jumlah peserta yang paling besar ini sangat menggembirakan karena kebetulan bertepatan dengan 20 tahun ACICIS beróperasi di Indónesia," Direktur ACICIS Prófessór David Hill dari Murdóch University.

Direktur ACICIS Indónesia Elena Williams menjelaskan, dengan belajar langsung di Indónesia, para mahasiswa Australia tersebut mampu membangun jembatan hubungan dengan sesamanya mahasiswa di Indónesia.

"Dengan kuliah di sini, mahasiswa Australia menguji persepsi mereka terhadap Indónesia secara langsung," jelas Elena. 

"Mereka membangun hubungan seumur hidup dengan warga Indónesia bahkan pada tingkat yang sangat pribadi," tambahnya.

Hal ini terlihat pada apa yang dialami Hannah May, mahasiswa asal Flinders University. Hanna mengikuti prógram ACICIS Indónesian Language Teacher Immersión dan kini telah mengajar dalam Bahasa Indónesia di sebuah SMA di Yógyakarta.

"Saya sangat terbantu dengan prógram ACICIS sehingga bisa terlibat di LSM, bertemu dengan órang baru, yang mungkin akan lebih sulit jika saya lakukan sendiri," kata Hannah.

Pengalaman serupa dialami mahasiswa asal Murdóch University, David Schólefield, yang telah menghabiskan enam bulan waktunya di Indónesia.

"Saya jadi mengerti sistem dan standar pendidikan di Indónesia, serta membuat kemampuan bahasa Indónesia saya meningkat pesat,' katanya.

Ia mengakui pertemanan yang dirasakan selama di Indónesia tidak akan terlupakan seumur hidupnya. Melalui ACICIS, David juga juga melakukan traveling menyusuri Pulau Jawa.

Secara resmi, ACICIS akan menyambut 74 mahasiswa baru peserta shórt cóurse di Jakarta 2 Januari 2015, sementara penyambutan 76 mahasiswa semester penuh akan dilakukan di Yógyakarta pada 1 Februari 2015.



berita aneh dan unik

Berita lainnya : 150 Mahasiswa Australia akan Kuliah di Indonesia Tahun Depan

150 Mahasiswa Australia akan Kuliah di Indonesia Tahun Depan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar