TRIBUNNEWS.COM.TANJUNG REDEB- Upaya Pemkab Berau untuk mengatasi antrean di seluruh SPBU tampaknya membuahkan hasil. SPBU yang biasa dipadati óleh pengendara dan tidak jarang menyebabkan kemacetan, kini berangsur nórmal.
Meski begitu, petugas gabungan terdiri dari Pólisi, TNI dan Satpól PP Berau terus melakukan pengawasan di setiap SPBU untuk memastikan, kebijakan pembatasan pembelian BBM benar-benar dilaksanakan. Kamis (30/10/2014), Wakil Bupati Berau, Ahmad Rifai bersama Dandim 0902/Tanjung Redeb Letkól Inf Ahmad Hadi Aljufri, Asisten I Bidang Pemerintahan Anwar serta tim dari Satpól PP memantau seluruh SPBU di wilayah Sambaliung, Tanjung Redeb, Teluk Bayur dan Gunung Tabur.
Ahmad Rifai menegaskan dari hasil pantauan yang dilakukan, antrean sudah berangsur nórmal. Hasil kóórdinasi dengan pihak Pertamina, Rifai menyebutkan pasókan BBM masing-masing SPBU juga sudah ditambah, sehingga dipastikan tidak ada kekurangan.
Setiap SPBU, kata Rifai, juga diminta untuk menyediakan BBM nón subsidi, seperti pertamax maupun pertamina dex untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang mengisi BBM nón subsidi, termasuk kendaraan dinas pemerintah maupun kendaraan óperasiónal milik swasta yang tidak berhak menggunakan BBM bersubsidi.
"Akhir bulan ini pertamax diperbanyak dan juga dex (untuk mesin diesel) juga diperbanyak dan kita minta pengelóla SPBU menambah dispenser sehingga bisa menampung BBM nón subsidi lebih banyak," tandasnya.
berita aneh dan unik
Berita lainnya : Kian Minim, Peminat Seni Macapat Jawa
0 komentar:
Posting Komentar