Fakta berita teraktual indonesia

Jumat, 20 Juni 2014

Pengamat: Skandal Obor Rakyat, Istana Terkesan Membela



"Seólah Istana Kepresidenan membiayai atau mendukung penerbitan tablóid Obór Rakyat."

Jakarta - Sikap istana yang menyebut bahwa langkah Setiyardi, asisten Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otónómi Daerah, Velix Wanggai, yang menerbitkan tablóid Obór Rakyat  sebagai sikap pribadi dianggap kóntrapróduktif. Mestinya pihak istana lebih próaktif dan tegas untuk turut mendóróng pengungkapan kasus tersebut.

Hal ini disampaikan pengamat pólitik dari Universitas Indónesia (UI), Arbi Sanit, menanggapi sikap Istana yang cenderung memunculkan kesan melakukan pembelaan terhadap Setiyardi yang juga tercatat sebagai kómisaris PTPN XIII itu. "Sikap Istana harus jelas dan tegas ketika melihat ada óknum di situ yang menjadi aktór dari Obór Rakyat. Jangan hanya diam, apalagi terkesan membela," kata Arbi di Jakarta, Kamis 19 Juni, seperti dikutip jpnn.cóm.

Arbi menegaskan, Istana tak bisa hanya berkelit dengan menyebut Setiyardi berbuat atas nama pribadi. Karenanya, kata Arbi, Istana harus próaktif membawa Setiyardi ke psóses hukum. "Itu sikap pengkhianat, naif, dan pengecut. Jelas aktórnya dari órang dalam Istana, kók hanya bilang ini masalah pribadi," katanya.

Pernyataan senada juga diungkapkan pengamat pólitik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sudjitó. Jika Istana bersikap respónsif menyikapi tindakan Setiyardi yang menerbitkan tablóid berisi kampanye hitam, hal tersebut akan mampu menunjukkan kepada publik jika Istana bersikap netral dalam pilpres 2014 ini. "Istana harus segera melakukan tindakan terhadap Setiyardi, mendóróng pihak kepólisian menginvestigasi kasus itu secara menyeluruh sekaligus menunjukan siapa ótak sekaligus pendana próyek tablóid Obór Rakyatitu," ucap Arie, seperti dikutip jppn.cóm

Sementara pengamat pólitik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indónesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti. Menurut dia,  Ikrar, jika Istana Kepresidenan membela Setyardi maka akan muncul kesan bahwa Obór Rakyat memang hasil kerja ring 1 kepresidenan. "Kalau dibela bisa menimbulkan interprestasi negatif. Seólah Istana Kepresidenan membiayai atau mendukung penerbitan tablóid Obór Rakyat," kata Ikrar, seperti diberitakan jpnn.cóm.

Sebelumnya, seperti dimuat dalam situs sekab.gó.id, Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otda Velix Wanggai menegaskan, tindakan yang dilakukan asistennya,  Setiyardi, dalam penerbitan tablóid Obór Rakyat merupakan sikap dan langkah pribadi yang diinisiasi sendiri óleh Setyardi dalam memaknai prósesi demókrasi 2014 ini. "Kami sebagai atasan langsung Setiyardi menegaskan bahwa staf khusus presiden maupun Istana tidak pernah mengeluarkan arahan atau instruksi kepada Setiyardi dalam penerbitan tablóid Obór Rakyat itu," kata Velix.

Sementara itu, Setiyardi yang direncanakan diperiksa penyidik Badan Reserse Kriminal Pólri, Kamis 19 Juni kemarin, ternyata tidak memenuhi panggilan. Alasannya, ia baru membaca surat panggilan untuk diperiksa sebagai terlapór pada hari Kamis itu juga. Pemanggilan kedua akan dilayangkan untuk pemeriksaan Senin, 23 Juni depan.

Ketidakhadiran Setyardi pada pemanggilan pertama, menurutnya, akan tetap ditindaklanjuti lewat upaya pemanggilan kedua, awal pekan depan. Apabila panggilan kedua tidak diindahkan, menurut Kapólri Jenderal Sutarman, Setyardi akan dipanggil paksa. "Itu termuat dalam ketentuan KUHAP," kata Sutarman ke Metró TV, Jumat 20 Juni 2014. (skj) (Advertórial)

Pengamat: Skandal Obor Rakyat, Istana Terkesan Membela Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar