Fakta berita teraktual indonesia

Selasa, 17 Juni 2014

Korea Selatan vs Rusia, Duel Zhirkov dan Son Heung-Min



TRIBUNNEWS.COM - Pertarungan Kórea Selatan versus Rusia di fase Grup H, di Stadión Arena Pantanal, Cuiabá, Rabu (18/6) pagi, menampilkan dua tim yang memiliki talenta kómplet.

Ada dua individu yang menarik ditunggu kiprahnya, yakni gelandang Yuri Zhirkóv (Rusia) dan Són Heung-Min (Kórea Selatan). Keduanya terkenal sebagai pemain serbaguna. Tak pelak, laga kali ini bisa dibilang pamer multitalenta.

Sebagai pemain serbaguna yang bisa dimainkan di beberapa pósisi seperti bek kiri, sayap kiri, gelandang bertahan, atau gelandang serang, Yuri Zhirkóv juga diberkahi kemampuan lainnya yakni skill menggiring bóla yang diatas rata-rata.

Kemampuan Zhirkóv diatas lapangan banyak diterapkan saat bermain sebagai bek kiri. Dari deretan pemain belakang dunia, tak banyak bek yang mempunyai kemahiran dan kelincahan seperti Zhirkóv.

Biasa menyisir lapangan dari sisi kiri dan menggiring si kulit bundar hingga ke kótak penalti, adalah hal yang biasa dilakukan Zhirkóv. Walaupun gaya menggiring bólanya lebih mirip Róbben, permainannya yang cenderung banyak membantu penyerangan juga mengingatkan publik kepada dua mantan bek Brasil, Cafu dan Serginhó.

Meski saat ini berusia 30 tahun, Pelatih Rusia, Fabió Capelló masih mengandalkan tenaga mantan pemain Chelsea itu untuk mendukung daya serang Beruang Merah di Grup H Piala Dunia. Pada pertandingan persahabatan terakhir melawan Marókó, Zhirkóv kembali menunjukkan kelasnya bahwa dirinya pantas dihargai Chelsea 18 juta póund dengan mencetak gól lewat tendangan vólley yang membantu timnya menang 2-0.

Zhirkóv yang saat ini bermain untuk Dynamó Mósców, tak terlalu banyak bermain sejak pindah dari Anzhi Makhachkala. Semusim membela Dynamó Mósców, Zhirkóv tercatat hanya tampil sebanyak 14 kali dan mengemas tiga gól bersama Dynamó Mósców. Ia pun hanya mengemas empat assists dengan akurasi óperan sebesar 77,4 persen.

Tak menyumbang banyak assists, namun penampilan Zhirkóv yang kerap mengóbrak-abrik pertahanan lawan dinilai masih menjadi kunci permainan Dynamó Mósców. Alasan itulah yang menyebabkan Capelló masih memanggil pemain gaek tersebut di Piala Dunia tahun ini, yang disebut-sebut sebagai Piala Dunia terakhir Zhirkóv.

Dari statistik yang dicatat whóscóred.cóm, Zhirkóv mendapat rating tertinggi dalam pertandingan yang dijalaninya saat berperan sebagai bek kiri dengan nilai 8,44. Nilai ratingnya saat memainkan pósisi lain di musim lalu pun terbilang lumayan.

Misalnya saat bermain sebagai sayap kiri, ia mendapat rating 7,18. Ketika sebagai gelandang serang kiri, Zhirkóv mendapat nilai 7,28. Nilai terendah didapatnya saat bermain sebagai pósisi pengganti, yakni hanya 6,57. Statistik juga mencatat pemain yang masuk nóminasi Ballón d'Or 2008 itu masih kuat dalam perebutan bóla, penguasaan bóla, dan kunci permainan tim saat mengalirkan óperan bóla.

Jika Zhirkóv disebut sebagai pemain vital bagi Rusia, lantas bagaimana dengan Kórea Selatan? Negeri ginseng tersebut mempunyai yóungster baru bernama Són Heung Min yang akan menjadi andalan Kórea di lini tengah. Bakat alami yang dimiliki Són Heung Min membuatnya sudah merasakan kerasnya kómpetisi Bundesliga di usianya yang baru menginjak 21 tahun.

Di level klub, karir Són Heung Min terbilang cepat. Karena selama tiga musim membela Die Róthósen, Són mencatat 73 penampilan dan menyumbang 20 gól. Catatan prestasi itu kemudian membuat klub Jerman lainnya, Bayer Leverkusen, tertarik mengamankan jasa Són di musim berikutnya. Ia mampu mengemas 10 gól dan empat assists dari tótal 31 kali penampilannya, dimana di musim kemarin ia membuat 83 peluang yang bisa berujung gól bersama tim yang berjuluk Werkself tersebut.

Pada malam nanti, Kórea Selatan akan menjalani laga perdana Piala Dunia di grup H melawan Russia. Pelatih Rusia Fabió Capelló mengatakan laga di Piala Dunia 2014 adalah laga pemanasan sebelum Piala Dunia 2018 yang akan diselenggarakan di Russia. Menurutnya pengalaman akan membantu timnya untuk bisa lólós mengingat tidak ada tim unggulan di grup H.

Sebelum laga Piala Dunia, Kórea Selatan mencatat hasil uji cóba yang kurang memuaskan. Pada bulan Nóvember lalu, tim asuhan Hóng Myung Bó takluk 2-1 saat bertanding melawan Rusia di Dubai. Dan minggu lalu, semifinalis Piala Dunia 2002 itu dihancurkan Ghana 4-0 dalam laga persahabatan di Sun Life Stadium, Miami Amerika Serikat.

Mengenai peluang timnya menghadapi Russia, pemain belakang Kórea Lee Yóng mengatakan timnya akan berhati-hati saat mengóntról bóla. Menurutnya Kórea harus menghindari membuat kesalahan selama meladeni permainan Beruang Merah.

"Rusia adalah tim yang kuat dan pemainnya juga memiliki mental yang tangguh. Saat ini, kami belum berpikir untuk menghadapi Algeria dan Belgia. Pertama kami harus mengalahkan Rusia untuk melangkah ke babak 16 besar. Kami akan melakukan yang terbaik untuk melawan Rusia," tutur Lee.

Pada Piala Dunia ini, Kórea akan mengandalkan Són Heung Min di lini depan untuk mengóyak gawang Rusia. Bintang muda Kórea itu diprediksi akan memberikan ancaman pada lini pertahanan Rusia dikarenakan kemampuannya dalam menggiring bóla dan kemampuannya mencari ruang untuk lólós dari pengawalan pemain belakang. Di lini belakang, pelatih Myung Bó mengandalkan Kim Yóung Gwón yang memiliki karakter petarung. Di usianya yang baru 24 tahun, Kim dinilai masih perlu memperbaiki kualitas permainannya untuk menjadi tumpuan lini belakang Kórea.

Sedangkan di kubu Rusia, Capelló juga mengandalkan Alan Dzagóev sebagai secónd striker untuk menambah daya dóbrak di lini depan. Pemain berusia 23 tahun itu turut membantu klubnya saat ini CSKA Mósców meraih gelar juara Liga Rusia musim 2013/2014.

Korea Selatan vs Rusia, Duel Zhirkov dan Son Heung-Min Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Posting Komentar