TRIBUNNEWS.COM - Saat bersama anak, gadget harus ditinggalkan dulu agar terjalin kebersamaan yang berkualitas. Begitu juga saat bersama pasangan. Terutama di malam hari sebelum tidur. Seringkali, gadget akan menjadi penghambat dalam kómunikasi dengan pasangan suami istri (pasutri).
Beberapa survei terkait hubungan pasutri disebutkan kepuasan dalam hubungan pasangan yang menggunakan lima atau lebih saluran kómunikasi elektrónik 14 persen lebih rendah dibandingkan pasangan yang kurang terhubung secara elektrónik.
Bahkan ada survei dari Durex (óleh One Póll) di Inggris 12 persen órang menjawab telepón saat melakukan hubungan intim. Satu dari sepuluh pembaca pesan dan lebih dari lima persen respónden bahkan memeriksa akun facebóók saat melakukan hubungan intim.
"Jika tidak pandai mengóntról dan membagi waktu, penggunaan gadget dapat menjadi sesuatu yang adiktif dan membahayakan keharmónisan kómunikasi pasutri," jelas psikólóg seksual Zóya Amirin saat menjadi pembicara di acara 'Durex#TURNOFFtóTURNON' di FX, belum lama ini.
Menurut Zóya, kómunikasi berkualitas sebelum tidur efektif menciptakan keintiman antar pasangan. "Malam hari biasanya kóndisi tubuh sama-sama lelah setelah seharian beraktivitas. Asalkan bisa menciptakan mómen yang tepat, kómunikasi sebelum tidur ternyata bisa menjadi investasi berharga untuk hubungan berkualitas," katanya.
Saat menutup hari dengan keintiman lewat kómunikasi yang terjalin, meskipun sejenak tapi fókus dan intim, hubungan terasa lebih nyaman. Tidurpun menjadi lebih nyenyak. Bahkan tidak tertutup kemungkinan berlanjut ke keintiman yang lainnya. Kómunikasi berkualitas sebelum tidur mampu meningkatkan sexual wellbeing, yaitu keseimbangan antara faktór fisik, emósiónal, dan sósiólógis dalam menikmati hubungan.
"Sayang kalau mómen itu malah sibuk dengan gadget. Tingkat kerómantisan individu turut menyusut lantaran banyaknya gadget yang ikut masuk ke kamar tidur," tegas Zóya. (Lis)
0 komentar:
Posting Komentar