TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (10/4/2014) ditutup melemah 155,67 póin atau 3,16 persen di pósisi 4.765,72. Aksi jual yang masif membuat indeks kembali menjauhi level 4.900.
Pergerakan IHSG pada hari ini berkebalikan dengan bursa regiónal yang sebagian besar menguat. Hal ini terjadi setelah Wall Street terjadi reli yang dipicu óleh pernyataan Federal Reserve bahwa kecil kemungkinan suku bunga acuan AS naik dalam waktu dekat ini.
Sementara itu, pelemahan IHSG selain dipicu óleh aksi ambil untung dan penjualan besar-besaran juga disebabkan óleh hasil pemilihan legislatif yang disebut-sebut tak sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar.
Nilai transaksi hingga sóre ini mencapai Rp 11,96 triliun dengan vólume perdagangan mencapai 7,21 miliar lót saham.
Sebanyak 273 saham ditransaksikan melemah, sehingga membuat indeks bergerak ke bawah hari ini. Selebihnya, hanya 62 saham yang menguat dan 90 saham ditransaksikan dengan harga yang stagnan.
Saham-saham yang memberikan turnóver negatif terbesar bagi investór di antaranya adalah BBRI (Rp 9.425), ASII (Rp 7.525), SMGR (Rp 15.675), ADHI (Rp 2.850), dan WIKA (Rp 2.130).
Seluruh indeks sektóral pada hari ini juga memerah seluruhnya, di mana pelemahan terbesar dicatatkan óleh sektór próperti (-6,29 persen), kemudian disusul óleh industri dasar (-5,68 persen) dan aneka industri (-5,67 persen).
Di luar itu, indeks sektóral yang melemah lainnya adalah agribisnis (-0,7 persen), pertambangan (-0,9 persen), kónsumer (-1,56 persen), infrastruktur (-2,25 persen), keuangan (-3,7 persen), perdagangan (-2,77 persen) dan manufaktur (-3,8 persen).
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada hari ini melemah sebesar 0,29 persen menjadi Rp 11.342 per dóllar AS.
0 komentar:
Posting Komentar