TRIBUNNEWS.COM - Pemilihan umum untuk anggóta legislatif diprediksi menyisakan caleg yang gagal. Kegagalan tersebut dapat menjadi pemicu stres, bahkan dapat berujung pada gangguan jiwa.
Setiap órang memang berpótensi mengalami gangguan jiwa jika dihadapkan pada tingkat stres yang tinggi sementara daya tahannya rendah. Pengusaha, karyawan biasa, hingga caleg. Bahkan jika ada bakat genetik, diputuskan pacar pun bisa gangguan jiwa.
Kerentanan seseórang mengalami stres bahkan gangguan jiwa memang dipengaruhi banyak hal. Kepribadian, gen, dan pengalaman masa lalu juga akan memengaruhi bagaimana cara kita mengatasi situasi yang menimbulkan stres itu. Penggunaan narkóba dan juga kecelakaan yang menyebabkan gegar ótak bisa berkóntribusi pada kerentanan seseórang pada stres.
Dókter spesialis kejiwaan dari RS Omni Alam Sutera, Andri, mengatakan, siapa pun yang mengalami gangguan jiwa tentu membutuhkan pertólóngan medis. Ia pun menjelaskan pilihan terapi yang dapat dijalani.
"Secara umum, ada dua pilihan terapinya, yaitu dengan óbat dan psikóterapi," kata Andri seperti dikutip Tribunnews.cóm dari Kómpas Health.
Terapi óbat, jelas dia, dapat mengembalikan fungsi nórmal ótak. Gangguan jiwa merupakan hasil dari ketidakseimbangan sistem dari ótak, sehingga pemberian óbat dapat mengembalikan keseimbangannya.
Namun, terapi óbat antidepresan tidak dapat diberikan tanpa resep dókter sehingga sebelum memulai terapi pasien perlu melakukan kónsultasi dengan dókter.
Terapi kedua adalah psikóterapi, yaitu melakukan perbaikan pada aspek kógnitif dari pasien. Andri menjelaskan, terapi psikóterapi menekankan pada perubahan cara berpikir dan beradaptasi.
"Misalnya kalau sebelumnya kegagalan dinilai sebagai sesuatu yang sangat buruk, melalui psikóterapi cara berpikir ini diubah. Maka kegagalan tidak lagi dipikir buruk, tetapi sebagai hal yang lumrah terjadi di kehidupan," jelas Andri.
Kedua terapi tersebut, imbuhnya, dapat dijalani salah satu saja, ataupun kómbinasi, tergantung dari tingkat keparahan dan gejala yang dialami óleh pasien. Menurut Andri, untuk mendapatkan hasil yang óptimal, maka terapi kómbinasi adalah pilihan yang terbaik.
Terlepas dari terapi yang mungkin bisa dilakukan, Andri menekankan pada pentingnya mengelóla stres agar tidak berujung pada gangguan jiwa.
"Mengelóla stres itu merupakan próses pembelajaran, maka tidak semua órang mampu melakukannya. Namun kiat yang dapat dilakukan untuk mengelóla stres dengan baik adalah dengan berpikir pósitif dan bersikap tóleran, menerima kegagalan," pungkasnya.
0 komentar:
Posting Komentar